Pembangunan di Bandung Utara disetop Sementara oleh Ridwan Kamil

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, meminta supaya seluruh proyek pembangunan skala besar yang ada di Kawasan Bandung Utara (KBU) dihentikan untuk sementara waktu. “Ditahan dulu untuk sementara wakyi sebelum tim Bandung Utara dan wacana yang terkait dengan aturan ini kita umumkan di akhir bulan,” kata gubernur yang kerap disapa dengan sapaan Kang Emil itu tepatnya di Bandung, Selasa (14/1) kemarin dilansir dari CNN Indonesia.

Proyek di KBU dihentikan Sementara

Ia mengatakan bahwa penyetopan untuk sementara waktu pada seluruh proyek pembangunan itu berlaku sampai peraturan baru tentang KBU ditetapkan lewat surat keputusan di akhir Januari 2020. Sejauh ini pasalnya ada 4 Surat Keputusan (SK) Gubernur Jabar yang telah diterbitkan tentang kebencanaan dan lingkungan hidup di tahun 2020. Keempat SK itu adalah SK Cetak Biru Budaya Tanggap Bencana, SK KBU, SK Cileungsi, dan SK Tim Cimalaya.

“Dan itu semua yang berkaitan dengan Bandung Utara dalam skala besar, sedang kami kaji dulu,” imbuh Kang Emil.

Gubernur pun meminta para Bupati melakukan penerbitan lagi, baik administrasi ataupun teknis. Tak Cuma itu, ia juga meminta pengembang melakukan tindakan pengamanan lewat rekayasa teknis dan juga vegetative di lokasi itu. Sebelumnya Gubernur meminta Bupati Bandung Barat, Aa Umbara untuk segera menghentikan sementara pembangunan resor mewah yaitu Pramestha Resort Town. Hal itu tertuang dalam surat nomor 640/6561/DBMPR yang tertanggal 31 Desember 2019 dan ditandatangani oleh Kang Emil langsung.

Surat itu pasalnya menjelaskan sejumlah hal seperti misalnya 4 indikasi pelanggaran Arahan Zonasi dalam Perda Nomor 2 Tahun 2016. Di surat itu, Pramestha Resort dibangun di lahan Kawasan Bandung Utara yang mana dilarang untuk pembangunan perumahan baru di lokasi dengan garis kontur yang mana di atas 1.000 mdpl dengan kemiringan 30%. “Yang pasti semuanya juga kalau ditanya dokumen hukum pasti punya alasan-alasan. Namun kita mau menyelesaikan komprehensif secara adil. Maka dimulai dari yang ada dulu termasuk mereview apa yang kita keluarkan,” ungkap Ridwan Kamil lagi.

Eksploitasi Bandung Utara Dianalisis Jadi Pemicu Banjir

Penghentian proyek di Bandung Utara ini memang ada kaitannya dengan pemberitaan bursa togel di mana kawasan tersebut ‘dieksploitasi’ dan diduga hal itu adalah pemicu banjir. Banjir bandang yang terjadi di Jatihandap yang mana menggenangi ruas lalu lintas Cicaheum, Kota Bandung kemarin pasalnya terjadi karena hujan deras yang mengguyur Kawasan Bandung Utara (KBU) pada tahun 2018 lalu.

Hal itu berdasarkan analisa BMKG (Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika) pada bulan Maret 2018 lalu. Dari hasil pengamatan pos hujan observasi Lembang, curah hujannya di sana mencapai 45 milimeter. Tingginya curah hujan ini didasarkan atas terbentuknya awan Cumulonimbus yang ada di sekitar KBU. Kepala BMKG Klas 1 A Bandung, yaitu Toni Agus mengatakan bahwa berdasarkan data klimatologi, Maret adalah bulan dengan curah hujan tertinggi di wilayah Bandung.

Banjir bandang yang terjadi di Jatihandap karena jebolnya tanggul Sungai Cicabe pada kawasan itu saat hujan deras membawa lumpur yang kemudian menutupi ruas jalan nasional, Jalan Ahmad Yani, Cicaheum, Kota Bandung. Deputi Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Barat, yakni Dwi Rena mengataka bahwa hal itu etrjadi karena adanya alih fungsi lahan. KBU bukan lagi kawasan resapan melainkan sudah menjadi hutan beton dan tak memiliki pengikat air lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *