70 Ribu Bioskop di China Tutup Karena Wabah Corona

Sedikitnya ada 70 ribu bioskop di China yang tutup karena wabah virus Corona yang mana tengah menyebar dan juga menginfeksi ratusan orang yang ada di berbagai penjuru Negeri Tirai Bambu itu. Rantai bioskop yang mana terkemuka di negara itu, misalnya CGV, Wanda, Jinyi, Dadi, Lumiere Pavilions dan yang lainnya mengumumkan bahwa mereka bakal tutup untuk sementara waktu mulai hari Jumat (24/1) kemarin di tengah epidemic virus Corona.

Karena Virus Corona, 70 Ribu Bioskop di China ditutup Sementara

Keputusan ini pasalnya diambil setelah pada hari Kamis sebelumnya (23/1), studio film terkemuka di China membatalkan rencanaya untuk merilis film Blockbuster tahun ini, yang mana bertepatan dengan Tahun Baru China atau perayaan Imlek.

Dengan absennya produk film baru yang mana dirilis di tengah kekhawatiran virus Corona ini, bioskop juga tak memiliki banyak pilihan selain menutup gerainya.

Dilansir dari CNN Indonesia, beberapa layar memang masih dibuka sampai dengan Jumat (24/1) siang waktu setempat. Namun diharapkan juga segera ditutup. Dengan demikian, maka pemutaran beberapa film dengan anggaran besar pun batal. Film-film yang dimaksud itu termasuk Lost in Russia, Detectiva Chinatown 3, Boonie Bears: The Wild Life, dan The Rescue.

Sementara itu, studio Huanxi Media pun meluncurkan rencana lainnya dengan menyediakan film Lost in Russia secara online, dan gratis, di layanan streaming yang dimilikinya, yaitu Huanxi Premium, terhitung sejak tengah malam Jumat (24/1) kemarin.

Film Blockbuster Batal Tayang

Film-film blockbuster yang sudah dijadwalkan tayang bertepatan pada momen perayaan Imlek di akhir pekan kemarin terpaksa dibatalkan karena wabah ini. Sebagaimana dikutip dari CNN Indonesia, distributor dan bioskop sepakat untuk membatalkan penayangan film walaupun Imlek 2020 adalah salah satu periode blockbuster paling besar di dunia dengan prospek penjualan tiket mencapai US$ 1 miliar.

Distributor-distributor ini juga menganggap pentingnya anjuran ahli-ahli medis di China yang mana telah memperingakan masyarakatnya supaya tak berkumpul di tempat-tempat ramai, termasuk juga di bioskop. “Keselamatan dan kesehatan adalah keinginan bersama semua orang, dan dalam menghadapi epidemic ini, kami totobet telah bersatu tangan untuk mengatasi kesulitan-kesulitan ini,” demikian lah pernyataan rumah produksi paling besar di China, Wanda.

Analis lokal sebelumnya padahal yakin bahwa di momen Imlek 2020 ini diperkirakan ada pertumbuhan kuat dan juga banyak rekor baru. Sampai dengan Rabu siang saja, tiket yang nilanya lebih dari Rp. 709 miliar sudah tejrjual hanya untuk hari pembukaan film baru di Sabtu.

Tahun Baru China adalah periode Blockbuster paling besar di dunia sejauh ini dan diharapkan menghasilkan pendapatan yang besar dari penjualan tiketnya sebanyak US$1 miliar atau setara dengan Rp. 13,6 Triliun. Akan tetapi, saat wabah virus Corona makin memburuk saja sepanjang minggu ini, ahli-ahli medis mulai memperingatkan para warga supaya tak berkumpul di tempat-tempat yang ramai.

Industry film China pun juga berencana mengatur ulang jadwal perilisan film di masa liburan ini, apabila kondisi kesehatan masyarakat sudah mulai membaik. Namun, beberapa waktu terakhir ini jumlah kasus virus yang mana dikonfirmasi terus menerus melonjak.

Per hari Jumat (24/1) minggu lalu saja, sudah lebih dari 800 orang yang terinfeksi virus ini secara global. Dan total ada 25 orang yang meninggal karena virus itu di China. Delapan kota di China yang terletak di dekat pusat wabah pun telah diisolasi juga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *