Dulu Tangani Teroris, Sekarang Buru Bandar Narkoba: Petrus Golose

Posted on December 30, 2020Comments Off on Dulu Tangani Teroris, Sekarang Buru Bandar Narkoba: Petrus Golose

Akhirnya Presiden Joko Widodo melakukan reshuffle kabinetnya pada hari Selasa (22/12) kemarin, dengan mengganti nama menteri baru dan 5 wakil menteri baru hari ini, Rabu (23/12).  Ada beberapa menteri yang menjadi sorotan dan mendapatkan kontroversi s7slot.com seperti misalnya menteri kesehatan yang baru yaitu Budi Gunadi Sadikin ia menggantikan Agus Putranto dan juga Irjen Pol Petrus Reinhard golose yang ditunjuk oleh Presiden Jokowi menjadi kepala Badan Narkotika Nasional atau BNN menggantikan Komjen Heru Winarko yang resmi pensiun 1 Desember lalu.

Rekam Jejak Petrus Golose Yang “Unik”

Petrus golose yang mana sebelumnya sempat menjabat sebagai Kapolda Bali tersebut dikenal sebagai seorang Perwira Polisi dengan latar belakang reserse. Sepanjang karirnya di kepolisian dirinya diketahui mempunyai banyak sekali pengalaman dalam penanggulangan tindak pidana terorisme. Petrus yang mana merupakan kompatriot dari Tito karnavian yang sekarang menjadi Mendagri, kemudian Idham Azis yang sekarang menjadi Kapolri dan juga rycko amelza yang sekarang menjabat sebagai kabaintelkam ketika mengumpulkan teroris dokter Azhari dan juga kelompoknya di Batu, Malang, Jawa Timur pada tanggal 9 November 2005 Silam. Saat itu dirinya mendapatkan penghargaan yaitu kenaikan pangkat luar biasa dari Jenderal Sutanto yang saat itu menjabat sebagai Kapolri.

Diberitakan bahwa pembentukan badan reserse kriminal atau bareskrim Polri  saat itu juga berhasil melakukan pekerjaan yang sangat baik yakni menumpas otak serangan teror bom Bali II. Sesudah itu sepertinya juga Tito karnavian dan juga yang lainnya karir Petrus langsung melejit pesat.

Perjalanan Karir Petrus 

Diketahui Petrus adalah jebolan Akademi Kepolisian atau Akpol pada tahun 1988. Pada tahun yang sama dirinya menyelesaikan pendidikan S1 nya di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK). Mulanya jabatannya di kepolisian sampah dipercaya sebagai seorang Kapolsek yaitu Kapolsek Lodoyo, Polres Blitar di Jawa Timur di tahun 1989 kemudian dirinya juga sempat mengemban jabatan penting lainnya seperti misalnya penyidik di Polda Metro Jaya.

Pada tahun 1995 dirinya juga sempat dipercaya jadi kepala sub unit kejahatan dan kekerasan Direktorat reserse Polda Metro Jaya. Kemudian selang tiga tahun setelah itu dia menjabat sebagai komandan unit II Pok Serse Reaksi Cepat Satuan Resmob Korserse Polri.Sampai pada akhirnya dirinya ditugaskan sebagai seorang penyidik di Madya Pokdok I Subdit Lidik Direktorat Reserse sebelum akhirnya menempuh pendidikan lanjutannya.

Petrus menyelesaikan pendidikan Sespim Dediklat Polri di tahun 2002. Setelah menamatkan pendidikan pimpinannya, kemudian karirnya di bidang bareskrim Polri makin melejit sampai dipercaya sebagai Wakaden 88/Antiteror Polda Metro Jaya sampai tahun 2005. Saat itu dia langsung bergabung dengan tim khusus yang dibentuk oleh Mabes Polri guna memburu Dr Azhari.

Dia juga sempat menduduki jabatan sebagai seorang wakil direktur di tindak pindana ekonomi khusus bareskrim Polri di tahun 2010. Dirinya ditugaskan ke luar institusinya yaitu sebagai Direktur penindakan Badan Nasional penanggulangan terorisme. Kemudian dia juga ditunjuk untuk menjabat sebagai Kapolda Bali di tahun 2016. Dalam hal ini bisa dikatakan Petrus tercatat sebagai Pati Polri yang terlama yang mampu menduduki jabatan sebagai Kapolda yaitu selama 4 tahun. Lalu jabatannya digantikan oleh Irjen Putu Jayan Danu Putra sejak tanggal 20 November 2020 yang lalu. Sekarang Petrus sudah ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo sebagai Pati bareskrim Polri yang mana kemudian mendapatkan tugas di luar korps Bhayangkara sebagai kepala BNN. Sebagai informasi saja sosok yang menempati kepala jabatan BNN baru ini sering sekali digadang-gadang akan masuk ke dalam bursa calon Kapolri baru yang bakal menggantikan Jenderal Idham Azis yang bakal pensiun tahun depan.